“Operasi Garis Luar” Sri Mulyani : Black Campaign Atau Upaya Suksesi???

Posted: 03/08/2011 in Politik

SRI Mulyani belum resmi menyatakan maju sebagai calon presiden 2014. Namun, pergerakannya telah membuat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sewot. Pasalnya, ada berita yang menyebutkan sejumlah perwira tinggi TNI terprovokasi kedutaan sebuah negara asing untuk mendukung Sri Mulyani.

Agus Suhartono menegaskan, anggota TNI tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden pada Pemilu 2014.

“TNI tidak dukung-mendukung. Kami teguh menjaga netralitas, tidak ada itu” kata Agus di Jakarta, Rabu 20 Juli 2011. Menurut dia, tidak ada satu pun perwira tinggi yang mendukung Sri Mulyani.

“Perwira kumpul adalah biasa. Apel pagi, kemudian apel siang. Kalau ada permintaan untuk mendukung, tidak akan kita ikuti,” tegasnya.

Sebelumnya, Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) mengungkapkan adanya tawaran pihak asing melalui kedutaan untuk menaikkan Sri Mulyani menjadi tokoh nomor satu di Indonesia pada 2014 mendatang.

Ketua PPAD, Letjen Purnawirawan AD Soerjadi, Selasa 19 Juli 2011, mengatakan, tawaran itu disampaikan langsung oleh salah satu pihak kedutaan saat menemui sejumlah purnawirawan di Jakarta beberapa waktu lalu. “Sekitar tiga minggu lalu, beberapa perwira tinggi diprovokasi untuk mencalonkan Sri Mulyani oleh kedutaan asing. Lalu ada embel-embelnya, nanti didampingi TNI,” ujar Soerjadi.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan jurnalis dan presenter Bloomberg TV, Charlie Rose, terkait kemungkinan maju sebagai calon presiden, Sri Mulyani mengatakan, sebagai Managing Director Bank Dunia yang membawahi lebih dari 70 negara di tiga zona, ia sangat menikmati pekerjaannya sekarang.

“Namun, saya merasa terhormat jika ada orang yang menaruh harapan dan percaya bahwa saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” isyarat mantan menteri keuangan ini seperti dilansir srimulyani.net.

Analisa :

Berita ini memiliki 2 dimensi yang berbeda, pertama, ini adalah sebuah kampanye hitam (black campaign) dari lawan politik SMI (Sri Mulyani Indrawati) untuk menjatuhkan kredibilitas SMI dan mengungkit kembali memory kolektif masyarakat mengenai keterkaitan SMI dengan Mafia Berkeley sebagai agent penyebaran faham neoliberalism. Kedua, ini memang merupakan bagian dari “Operasi Garis Luar” SMI untuk mendulang dukungan menuju RI I melalui daya presure negara-negara yang berkepentingan terhadap indonesia yang memiliki visi sejalan dengan paradigma SMI sebagai ekonom. Operasi Garis Luar ini lazim terjadi dalam konteks perpolitikan negara-negara dunia ketiga, dan menegaskan bahwa gaya politik transaksional memang tidak hanya terjadi di dalam konteks politik domestik akan tetapi dalam politik internasional-pun hal ini lazim terjadi. kasus kudeta-kudeta di negara dunia ketiga ketika era perang dingin adalah bukti kecil bahwa politik transaksional bukan hal baru dalm dunia politik secara global.

Dalam kasus SMI saya pribadi berpendapat bahwa ini merupakan bagian dari taktik politik SMI untuk melakukan lobying terhadap kekuatan-kekuatan modal (AS, Eropa, Jepang, China) yang berkepentingan terhadap pasar komoditas dan SDM yang murah demi menunjang efisiensi produksi, sejalan dengan kepentingan tersebut, indonesia adalah pilihan strategis bagi pendaratan modal, dimana 230 juta rakyat indonesia adalah pasar yang besar bagi komoditas industri dan dengan tingkat pengangguran mencapai 9 juta jiwa, indonesia adalah tempat yang menyediakan buruh murah yang cukup mampu menunjang efisiensi produksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s